Assalamualaikum...

Sugeng rawuh, terima kasih telah mengunjungi blog saya ^.^

Kamis, 01 Januari 2026

Lelaki Pencari Rezeki

 Kuperkenalkan padamu wahai dunia, 

Seorang ayah dengan beratnya amanah

Pergi mencari rezeki di saat embun masih membasahi

Melintasi jarak ratusan kilo

Tak jarang lelah raga menerpa

Tanpa ragu ia, tetap menegakkan kepala hingga senja menyapa, 

Bersama cahaya rembulan yang setia menemani perjalanan pulangnya


Lihatlah wahai dunia, 

Masih tergurat letih itu diwajahnya, 

Masih belum hilang getaran kendaraaan itu dibadannya, 

Ia kembali bangkit mengendarai motornya, 

Menuju ibadah yang tak bertepi, mencari rezeki


Banyak doa terpanjat, 

Setiap hari terpeluk erat, 


Doa itu menjelma nyata, 

Bahagia meski ada duka, 

Tak akan lagi perjalanan jauh itu dia lalui, 

Tak akan lagi letih itu menjadi-jadi, 


Teman, ingatlah... 

Kita tidak berpisah, kita hanya berjarak

Memberi kesempatan untuk lebih banyak berkarya

Membuka ruang untuk lebih banyak teman


Terima kasih, untuk setiap lelah yang terlupakan

Terima kasih, untuk setiap tawa yang melegakan


(Puisi ini disusun pada bulan Desember 2025, terinspirasi oleh seorang rekan kerja yang menjalani rutinitas Jogja-Semarang-Jogja setiap harinya dan akhirnya dimutasi ke Jogja)

Tidak ada komentar: